• Home
  • About
  • Contact
    • Category
    • Category
    • Category
  • Shop
  • Advertise

my guest

facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email

FIKIR PIKIR

Usia 30-an, usia dimana seseorang harusnya sudah matang secara mental dan finansial, apa betul begitu? Entahlah, saya sendiri sudah lebih dari 30 tahun, dan merasa belum memiliki pencapaian apapun..so sad!!

Banyak hal terjadi, diantara tawa ada juga tangisan. Di usia ini, ternyata begitu susah untuk bermimpi. Jangankan bermimpi, bernafas saja rasanya menyesakkan. 
Kepala selalu penuh dengan tagihan-tagihan yang semakin lama bukannya berkurang justru menggunung. Bangun di pagi hari, berkutat lagi dengan mencari jalan keluar yang ujung-ujungnya "itu lagi itu lagi". Menjelang tidur, pikiran menerawang ke "itu lagi itu lagi". Kadang mimpi indah datang memberi sedikit penghiburan yang berasa nyata sesaat. 

Setiap hari tak hentinya berdoa tanda tak putusnya harapan, bertawakkal, percaya tuhan punya rencana terbaik. Tapi, karena ilmu agama saya yang masih seujung kuku membuat saya kadang kehilangan kepercayaan itu, kepercayaan akan doa dan harapan yang akan menjadi nyata. 
Namun, ketika sudah lelah menjauh dari NYA, tetap pada akhirnya kembali bersimpuh sambil menangis sesegukkan tanpa tahu malu memohon ampunan berharap belas kasihan Sang Penguasa Jagad Raya. benar-benar TAK TAHU MALU!!

Di Usia 30-an tidak sedikit yang mengalami hal seperti saya, saya yakin BANYAK. Ketika di usia ini belum merasa sukses maka yang muncul adalah rasa putus asa, tidak percaya diri, merasa diremehkan, merasa paling sengsara, menatap iri kawan yang sudah sukses. Saya mengalaminya, dan itu manusiawi. Asal jangan sampai semua penyakit hati itu mempengaruhi otak untuk bertindak menyakiti diri sendiri. Setidaknya harus ada harga diri yang di jaga. Setidaknya saya..kita yang terpuruk ini HARUS HIDUP!!

Ketika sudah ada di titik jenuh, biasanya saya berkunjung ke rumah papa saya, mengobrol sambil memandang wajah papa saya yang semakin menua, sedih rasanya belum bisa memberi kebahagiaan untuk beliau. Tidak pernah sedikitpun, beliau meminta sesuatu yang memberatkan anak-anaknya, hal inilah yang kadang membuat saya malu berdiri di hadapan papa saya yang sudah mengorbankan banyak hal untuk anak-anaknya. Papa saya lah yang memberi kekuatan untuk terus bertahan di kerumitan hidup ini, cita-cita saya cuma satu ingin membahagiakan orangtua yang masih bertahan di dunia ini yaitu papa saya.

Suami. Laki-laki kedua alasan saya hidup, alasan saya untuk selalu ingin sehat. Semua kelembutannya, semua polahnya, semua ucapannya selalu membuat bibir ini tersenyum. Sentuhan, pelukannya selalu membuat saya sadar, masih ada tenpat teraman dan ternyaman di dunia ini. Kadang saya bertanya bagaimana cara dia bisa menjalani hidup ini dengan santai, jawabannya, "kalau kita panik kita nangis terus semua berubah langsung jadi enak?"
Itulah suami saya, pemikirannya yang sederhana kadang membantu saya memahami kebaikan skenario SANG SUTRADARA LANGIT. Hidup bersama suami saya membantu saya selalu waras, Membantu saya untuk berani bermimpi lagi, walaupun tidak mudah bermimpi di usia ini, tapi saya percaya mimpi tak ada batasnya. Sedikit demi sedikit sekarang ssaya beranikan diri untuk mencari mimpi-mimpi saya lagi dan berusaha membangunnya. TIDAK ADA KATA TERLAMBAT!!

-che-






Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Cita-cita. Apa cita-citamu dulu kawan? tercapaikah semuanya?
Dulu, sewaktu SMP aku bercita-cita jadi seketaris atau pramugari. aku sering berkhayal mengenakan high heel dengan setelan "sepan" dan blazer dan berkacamata sedang duduk di ruangan yang eksklusif dan sibuk mengetik atau aku mengenakan setelan seragam pramugari sedang memperagakan cara2 memasang sabuk pengaman atau meniup pelampung di atas pesawat. KEREN!!!. Tapi cita-cita itu buyar..buyar hanya karena hal sepele. 
Sewaktu SMP, aku memiliki alergi di kulit. kata dokter darahku manis jadi nyamuk2 suka berkerumun dan menghisap darahku, alhasil kulitku jadi gatal2 dan berbekas apalagi kulitku putih jadi semua bekas2 itu terlihat jelas. Aku batal bercita-cita menjadi sekretaris atau pramugari karena aku takut kalau aku nanti mengenakan "sepan" selutut atau diatas lutut pasti bekas2 gigitan nyamuk itu akan terlihat dan aku pasti gak bakal bisa jadi sekretaris atau pramugari yg keren. Jadi sewaktu SMA aku mulai malas ber cita-cita. Setelah berfikir dan berfikir kuputuskan aku ingin menjadi reporter atau pembaca berita. karena pembaca berita di TV selalu terlihat pintar dan yg penting kakinya selaluu tersembuyi di belakang meja. Akhirnya setelah lulus SMA, aku mengambil jurusan Ilmu Komunikasi, dengan harapan bisa mencapai semua cita-cita ku. Tapi ternyata dunia itu memang kejam, apa yg di cita-cita kan kadang memang tak sesuai harapan, apa yg diimpikan kadang tidak sesuai dengan kenyataan. 

Lulus kuliah, papa ku membelikan sebuah lapak di salah satu mall. Dan jadilah aku berdagang pakaian wanita. Ijazah S.Kom ku tak terpakai, tetap diam manis di dalam map kelulusan, IPK 3,5 tidak berguna. Mungkin karena kurang konsisten dengan dunia perdagangan, jualan ku tidak sukses. Lapak ku tutup. Tapi, setelah lapak tutup, aku justru semakin tertarik dengan dunia jual-beli. Dunia dagang itu terlihat sepele tapi ternyata rumit. Jadi, kawan jangan sekali2 meremehkan para pedagang.

Sekarang, aku keranjingan berdagang. Aku membuka lapak lagi, lapak seukuran 10 inch, hehehe. Sekarang, aku bergelut di dunia online. Sejak tahun 2006, aku membuka toko online. Jualan online itu sangat seru. Gak jarang juga banyak yang gak transfer padahal barang sudah dikirim, tapi semua itu kunikmati. Aku mulai menyukai berjualan online. Dan, syukur alhamdulillah, online shop ku masih bertahan sampai sekarang. Walaupun, aku tidak menggunakan setelan ' sepan ' dan blazer, tapi hanya dengan menggunakan baju tidur di depan laptop atau bb aku sudah bisa menghasilkan rupiah. hehehe...i love this job. Walaupun, kadang suka iri liat temen2 yg udah jadi wanita karier, tapi aku rasa itu wajar. But, i still love my job. Santai dan menghasilkan dan yang terpenting pekerjaan ini tidak pernah membebani otakku. Aku rasa, apapun cita-cita kita dulu, bisa tercapai atau tidak, itu bukan suatu masalah. Karena hidup itu perjuangan, cita-cita bisa selalu berkembang. Pekerjaan apapun itu bagus, yang terpenting halal dan kita berusaha untuk menyukainya dan juga kita harus konsisten dan berkomitmen penuh menjalani semuanya. Dengan begitu, pekerjaan tidak akan menjadi sesuatu yang membebani. Pekerjaan yang menyenangkan itu sesuatu yang kita kerjakan dengan ikhlas, percaya diri, dan membuat kita bahagia, sehingga begitu hal yg kita kerjakan mendapatkan hasilnya (gaji atau pendapatan) kita akan sangat bangga dengan itu. So, enjoy your job and try to love it!!
-che-
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
  Siapa pasangan suami istri yang tidak ingin memiliki keturunan?? pasti jawabnya TIDAK ADA!!
begitupun kami berdua. Hampir 2 tahun sudah menikah belum juga ada tanda-tanda kehamilan. Semua obat yang dikasih dokter sudah di telan, semua vitamin juga sudah di minum. akibatnya badan jadi melar jaya, gak pa-pa yang penting bisa cepet hamil tapi apa daya allah swt belum berkenan memberi rejeki itu untuk aku dan suami. Ya sudahlah..kami pasrah, yang penting terus berjuang dan berusaha...FIGHTING..FIGHTING..!!! 
  Untungnya, keluarga kami sangat mengerti tentang keadaan kami berdua. Dan, untungnya lagi kami memiliki banyak keponakan yang bisa diajak bermain. Ya...kami berusaha selalu mensyukuri dan menikmati semua yang sudah direncanakan dan diberikan oleh sang pencipta kami yaitu Allah swt.
  Yang sangat tidak membuat nyaman adalah, saat bertemu tetangga atau teman. Karena mereka di undang waktu kami menikah, jadi mereka selalu merasa berhak untuk mengetahui apa yang selanjutnya terjadi di kehidupan kami setelah menikah (helllooo...). Yup..mereka selalu ingin tah dan selalu bertanya, " sudah isi belum??" Awalnya pertanyaan itu tampak biasa-biasa saja. Tapi ketika pertanyaan itu terus di ulang, kalimat "sudah isi belum??" menjadi kalimat yang sangat ku benci. Karena, kalimat singkat itu bisa membuat kepercayaan diriku langsung turun ke level terendah. Yang lebih menyebalkan, ada suatu kejadian, ketika aku bermain dengan anak seorang sahabatku. Teman yang sudah lama tidak bertemu kebetulan juga ada di situ, bertanya dengan nada santai, " apa kamu gak kepengen liat anak kecil lucu?" . Pertanyaan itu betul-betul pertanyaaan terbodoh yang pernah kudengar. Aku hanya menjawab singkat, " kepengen!!' titik dengan nada tegas, dan dia tidak bertanya lagi.
  Aku seorang wanita, gak mungkin kalau aku tidak menginginkan seorang anak. Walalupun banyak yang bercerita hamil itu repot, melahirkan itu sakit, merawat anak itu susah. Aku tetap ingin merasakan semua itu. Ya..semoga tahun ini bisa hamil..Amien...!!
  Aku rasa, semua orang harusnya bisa berempati. Janganlah lagi bertanya terus kepada pasangan seperti kami. Pertanyaan itu justru membuat kami menjadi patah semangat dan minder. Cukup doakan saja agar kami-kami yang belum memiliki keturunan ini bisa cepat diberikan keturunan yang baik. Karena, sebenarnya kami sangat menginginkan bayi-bayi lucu hadir di tengah kami, tapi apa daya..jodoh, keturunan, hidup, mati semua sudah ada yang mengatur yaitu ALLAH SWT. jadi berempatilah kawan!!
-che-

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Kemarin tiba-tiba pengen makan buah srikaya, akhirnya bertitahlah diriku pada suamiku. Karena aku ratunya jadilah suami pergi beli buah srikaya. Katanya sekilo Rp.5000,- . Jadilah aku sibuk berkutat dengan buah ini, sibuk asik sendiri menikmati manisnya dagingnya dan sibuk memisahkan biji2 nya didalam mulut. 

Sambil makan, ingatanku sedikit melayang ke zaman dulu. Zaman waktu aku duduk di bangku SD. Waktu itu, kami tinggal di kamar kontrakan kecil, di depannya ada pohon srikaya yang gak tinggi2 amat, jadi kalau berbuah dengan mudah bisa dipetik. yang asiknya lagi, mama membuat permainan dari biji srikaya. Ya, itulah mamaku, selalu punya cara untuk membuat kami anak2 nya bahagia dan dekat dengannya. Cara bermainnya cukup sederhana.Kami bermain di lantai kamar, dengan arena permainan satu tekel lantai...biji srikaya disebar, dan kami harus memungutnya satu persatu tanpa boleh menyentuh biji srikaya lain yang berdekatan dengan target. Cukup sederhana tapi sangat menyenangkan dan berkesan. Mungkin aku dan kakak ku dulu gak punya barbie atau permainan mahal lainnya, tapi sekarang rasanya bangga bisa bercerita sama suami tentang permainan ini, 

Sekali lagi, mama meninggalkan kenangan tak terlupakan di kepalaku.  Kenangan tentang buah srikaya, biji srikaya, dan permaianan yang sederhana tapi membahagiakan luar biasa. I love you mom..^^

----che---
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Hampir dua tahun aku menikah...rasanya seperti kami pacaran aja..mungkin itu karena kami belum dianugerahi momongan. Alhamdulillah, aku masih mengagumi suamiku sama seperti dulu sewaktu kami berteman lalu bersahabat lalu menjadi suami. ya..kami gak pernah pacaran..mungkin dulu bisa dibilang kami ini TTM-an atau HTS-an..hehehehe..tapi buktinya kami serius menjalani TTM-an dan HTS-an itu. Yang pada akhirnya berujung pada pernikahan. Selama menikah, Dia tak banyak berubah. Sifatnya yang tidak romantis juga gak berubah. Kadang kalau lagi kumat cueknya..hmmm..bikin emosi jiwa. Tapi, itulah suamiku. Dia bukan tipe pria yang bisa dengan gampang bilang ,"sayang, kamu cantik!", "istriku, aku mencintaimu dengan sepenuh jiwaku!", atau " honey, aku beruntung punya istri yang bisa memahamiku dan mencintaiku dengan tulus dan mau menerimaku apa adanya!". NO WAY..kata-kata seperti itu gak bakal pernah diucap suamiku. Kalau aku protes, dia cuma bilang seperti ini, "kamu itu kebanyakan nonton film korea sama baca novel, makanya otakmu dipenuhi imajinasi yang aneh-aneh." Apa iya?? gara-gara film korea dan novel. tapi sebenarnya wajar kan kalau sekali-sekali istri pengen di gombali..ya..itulah suamiku!! Tapi ada satu, hal romantis yang dia berikan untukku setiap hari..kalu mau tidur dia pasti akan menyempatkan untuk mencium kening, pipi, bibir, lalu dia bilang,"I love you!". Hal seperti itu selalu membuatku tidur nyenyak. I LOVE YOU 2 beib!!^^ Sebelum menikah, aku memiliki kista di ovarium kanan ku. Kukatakan terus terang pada dia, tapi dia tetap setia berada di sisiku. Sama seperti sebulan yang lalu, dia juga setia menemaniku dan merawatku saat aku melakukan operasi pengangkatan ovarium kanan ku. Ingin rasanya aku mengeluh, marah, atas semua yang menimpaku. Ini sungguh tak adil untuk suamiku. Tapi begitu melihat dia dengan sabar menemaniku, menyuapiku makan, mengangkatku dari tempat tidur, rasanya tak pantas kalau aku harus mengeluh. Kata dokter, masih ada harapan untuk kami memiliki anak, karena ovarium kiri ku masih sehat dan bagus. Suamiku selalu optimis, kami bisa segera memiliki anak. Tapi, dengan diangkatnya satu ovarium ku, terangkat juga kepercayaan diriku sebagai wanita. Aku pesimis dan takut kalau aku tak akan bisa hamil. Pemikiran ini tidak diketahui suamiku, aku tau kalau aku menyampaikan pikiran ini, dia akan marah. Seperti kejadian semalam, sebelum tidur seprti biasa kami selalu mengobrol, di akhir pembicaraan dia berkata," ya..semoga kita cepat punya anak, biar rame!" aku hanya terdiam menahan air mata. Aku sedih, karena belum bisa menjadi sempurna untuk dia, suami yang kucintai dengan sepenuh jiwaku. Yang bisa kulakukan hanya pasrah dan selalu berdoa kepada Allah S.W.T semoga selalu memberikan kami yang terbaik, dan semoga suamiku tetap akan setia di sisiku sampai kami tua. Amien...Amien..Ya robballallamien.^^
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
dear ma,

aku merindukan mamaku setiap hari...merasa selalu membutuhkan nasihat2 nya. membutuhkan semua resep masakannya. Entah firasat atau apa..sebelum mama pergi, mama selalu menyuruhku mengambil bolpen dan buku untuk mencatat semua resep rahasia masakannya yang kadang dengan malas aku mendengarkan dan mencatat semua yang di dikte mama.sekarang begitu aku menyesal karena ternyata masih banyak resep yang belum sempat ku tulis. yang lebih ku sesalkan, tak ada lagi nasehat2 yang bisa ku dengar tentang perkawinan. Baru sebulan aku menikah, mama pergi.

sekarang, ketika aku butuh masukan2 tentang perkawinan aku gak tau harus lari kemana. aku begitu merindukanmu ma. sudah banyak masakan yang ku masak sesuai resep yang kau dikte, tapi rasanya selalu tak sama. aku merindukan masakanmu ma.

aku menyesal hanya sebentar merawat mama waktu sakit, aku menyesal sering mengeluh ketika itu. dan sekarang, semua penyesalan itu tak ada artinya. karena meminta maaf pun aku tak bisa. hukuman dari tuhan adalah merindukanmu seumur hidupku, tak bisa lagi memelukmu, tak bisa lagi tidur di sampingmu sambil bersenda gurau atau bahkan menyanyi bersama. hanya doa yang bisa ku beri untukmu ma. semoga kau tenang disana dan bahagia...maafkan aku ma...i love you 4ever...
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Bingung juga...ada kejujuran yg kunanti dari dulu dan hari ini kejujuran itu terungkap...

Kupikir hatiku siap...ternyata tidak..hatiku tetap tersakiti walau tak sesakit dulu....rasanya tetep terluka...
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

recent posts

Blog Archive

  • Januari 2019 (1)
  • November 2012 (1)
  • Juli 2012 (1)
  • Maret 2012 (1)
  • Februari 2012 (1)
  • Januari 2012 (1)
  • Juli 2010 (1)
  • Juni 2010 (1)
  • Mei 2010 (2)
  • Februari 2010 (1)
  • Januari 2010 (6)

Pengikut

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates