THANK YOU 4 LOVING ME!!
Hampir dua tahun aku menikah...rasanya seperti kami pacaran aja..mungkin itu karena kami belum dianugerahi momongan.
Alhamdulillah, aku masih mengagumi suamiku sama seperti dulu sewaktu kami berteman lalu bersahabat lalu menjadi suami. ya..kami gak pernah pacaran..mungkin dulu bisa dibilang kami ini TTM-an atau HTS-an..hehehehe..tapi buktinya kami serius menjalani TTM-an dan HTS-an itu. Yang pada akhirnya berujung pada pernikahan.
Selama menikah, Dia tak banyak berubah. Sifatnya yang tidak romantis juga gak berubah. Kadang kalau lagi kumat cueknya..hmmm..bikin emosi jiwa. Tapi, itulah suamiku. Dia bukan tipe pria yang bisa dengan gampang bilang ,"sayang, kamu cantik!", "istriku, aku mencintaimu dengan sepenuh jiwaku!", atau " honey, aku beruntung punya istri yang bisa memahamiku dan mencintaiku dengan tulus dan mau menerimaku apa adanya!". NO WAY..kata-kata seperti itu gak bakal pernah diucap suamiku. Kalau aku protes, dia cuma bilang seperti ini, "kamu itu kebanyakan nonton film korea sama baca novel, makanya otakmu dipenuhi imajinasi yang aneh-aneh." Apa iya?? gara-gara film korea dan novel. tapi sebenarnya wajar kan kalau sekali-sekali istri pengen di gombali..ya..itulah suamiku!! Tapi ada satu, hal romantis yang dia berikan untukku setiap hari..kalu mau tidur dia pasti akan menyempatkan untuk mencium kening, pipi, bibir, lalu dia bilang,"I love you!". Hal seperti itu selalu membuatku tidur nyenyak. I LOVE YOU 2 beib!!^^
Sebelum menikah, aku memiliki kista di ovarium kanan ku. Kukatakan terus terang pada dia, tapi dia tetap setia berada di sisiku. Sama seperti sebulan yang lalu, dia juga setia menemaniku dan merawatku saat aku melakukan operasi pengangkatan ovarium kanan ku. Ingin rasanya aku mengeluh, marah, atas semua yang menimpaku. Ini sungguh tak adil untuk suamiku. Tapi begitu melihat dia dengan sabar menemaniku, menyuapiku makan, mengangkatku dari tempat tidur, rasanya tak pantas kalau aku harus mengeluh. Kata dokter, masih ada harapan untuk kami memiliki anak, karena ovarium kiri ku masih sehat dan bagus. Suamiku selalu optimis, kami bisa segera memiliki anak. Tapi, dengan diangkatnya satu ovarium ku, terangkat juga kepercayaan diriku sebagai wanita. Aku pesimis dan takut kalau aku tak akan bisa hamil. Pemikiran ini tidak diketahui suamiku, aku tau kalau aku menyampaikan pikiran ini, dia akan marah. Seperti kejadian semalam, sebelum tidur seprti biasa kami selalu mengobrol, di akhir pembicaraan dia berkata," ya..semoga kita cepat punya anak, biar rame!" aku hanya terdiam menahan air mata. Aku sedih, karena belum bisa menjadi sempurna untuk dia, suami yang kucintai dengan sepenuh jiwaku. Yang bisa kulakukan hanya pasrah dan selalu berdoa kepada Allah S.W.T semoga selalu memberikan kami yang terbaik, dan semoga suamiku tetap akan setia di sisiku sampai kami tua. Amien...Amien..Ya robballallamien.^^

0 komentar